Minggu, 24 Maret 2013

PLC & portofolio product


II.2.  PLC (Product Life Cycle)
Product Life Cycle adalah siklus hidup dimana suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.
Pada umumnya Product Life Cycle digolongan ke dalam lima tahap, yaitu introduction, growth, maturity, kejenuhan dan decline. Dibawah ini adalah lima tahap Prodcut Life Cycle yang digambarkan pada grafik berikut ini :
Grafik 1.1 PLC (Product Life Cycle)
1.    Tahap perkenalan (introduction). Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual.
2.    Tahap pertumbuhan (growth)Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat.
3.    Tahap kedewasaan (maturity). Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun.
4.    Tahap Kejenuhan. Dalam tahap ini perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun.
5.    Tahap penurunan (decline). Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’ Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a.    Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b.    Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien.
c.    Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d.   Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e.    Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
II.3.  Matriks Boston atau Boston Square
Menurut Ward dan Peppard (2002, p87), Matriks Boston atau Boston Square salah satu contoh paling awal penggunaan Matriks Portofolio. Umumnya terdiri dari dua aturan yaitu siklus hidup produk dan hubungan antara pembagian pasar dan keuntungan.

Gambar 1.2 Portofolio produk (Ward dan Papperd, 2002, p89)
Pada sumbu horisontal menandakan pangsa pasar relatif, sebagai ukuran kekuatan didalam pasar. Sedangkan pada sumbu vertikal menandakan tingkat pertumbuhan pasar, dimana disajikan pengukuran tingkat ketertarikan pasar. Berikut beberapa penjelasan mengenai tiap kolom portofolio Bostom Consulting Group (BCG) :
1.    Star
Produk dengan pertumbuhan yang tinggi dalam permintaan dan merupakan sumber keuntungan yang potensial, penyediaan pangsa pasar yang tinggi.
2.    Cash cow
Permintaan menurun seiring dengan perkembangan pasar, produk masih berdiri dengan baik walaupun jarang pelanggan baru yang membelinya, memberikan penjualan yang berulang. Pada titik ini memerlukan suntikan dana. Pada periode ini, perusahaan berusaha untuk menjaga level produk dan kualitas pelayanan pemasaran yang cukup untuk menjaga pembagian pasarnya, tetapi mencari biaya pasok yag rendah, produksi dan distribusi untuk menjaga jaringan uang untuk waktu selama mungkin.
3.    Wildcats
Produk pertumbuhan pasar tinggi, tetapi pangsa pasar rendah dinamakan problem children atau wildcats atau question mark. Produk ini memerlukan investasi yang signifikan tetapi memberikan pendapatan balik yang sedikit. Produk wildcat tidak boleh diinvestasikan, karena produk tersebut tidak akan pernah menjadi star dan mungkin menjadi dog.
4.    Dog
Pasar tidak dicapai atau pangsa pasar terkikis seiring ketika produk digantikan dengan yang baru, lebih bagus, atau produk yang lebih murah atau efek fashion, produk menjadi usang dan perusahaan.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari uraian tentang pertumbuhan analisis Matriks Boston dan PLC di Rumah sakit X, dapat digambarkan dengan menggunakan grafik dan kurva mengenai pendapatan rumah sakit rawat inap, rawat jalan, dan Lab Klinik dibawah ini :
a.    Analisa Umum
Tabel 1. DATA PENDAPATAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X TAHUN 2010
BULAN
JUMLAH PASIEN
PENDAPATAN
1
2000
300000000
2
2040
306000000
3
2044
306600000
4
2060
309000000
5
2050
307500000
6
2080
312000000
7
2095
314250000
8
2100
315000000
9
2070
310500000
10
2050
307500000
11
2000
300000000
12
1990
298500000
       Tabel 1. Data pendapatan rawat jalan rumah sakit X tahun 2010

           Gambar 1.3 Grafik pendapatan RS X pada rawat jalan
Berdasarkan grafik pertumbuhan pendapatan Rumah Sakit X Rawat jalan diatas, dengan melihat bahwa pada bulan 7-8 berada pada posisi star disebabkan oleh bebarapa faktor sebagai berikut:
a.    Musim buah yang menyebabkan angka pertumbuhan penyakit maag, batuk, dan diare meningkat dalam hal ini musim buah mangga, langsat, rambutan, durian dll.
b.    Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare pada bulan tersebut.
Tabel 2. DATA PENDAPATAN RAWAT  INAP RUMAH SAKIT X TAHUN 2010
BULAN
JUMLAH PASIEN
PENDAPATAN
1
150
37500000
2
235
58750000
3
288
72000000
4
310
77500000
5
300
75000000
6
270
67500000
7
340
85000000
8
325
81250000
9
475
118750000
10
450
112500000
11
260
65000000
12
199
49750000


Tabel 2. Data pendapatan rawat inap rumah sakit X tahun 2010

     Gambar 1.4 Grafik pendapatan RS X pada rawat inap
                                                   
Berdasarkan grafik pertumbuhan pendapatan Rumah Sakit X Rawat inap diatas, dengan melihat bahwa pada bulan 9-10 berada pada posisi star disebabkan oleh bebarapa faktor sebagai berikut:
a.    Musim liburan dalam ini dimungkinkan karena banyaknya kunjungan rekreasi ataupun mudik sehingga lalu lintas jalan padat sehingga potensi kecelakaan tinggi.
b.    Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare, keracunan makanan pada bulan tersebut.
c.    Pada bulan tersebut bertepatan pada suasana lebaran, umumnya masyarakat kebanyakan mengkonsumsi daging sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Tabel 3. DATA PENDAPATAN LAB. KLINIK  RUMAH SAKIT X TAHUN 2010
BULAN
JUMLAH PASIEN
PENDAPATAN
1
178
8900000
2
165
8250000
3
187
9350000
4
155
7750000
5
169
8450000
6
175
8750000
7
168
8400000
8
143
7150000
9
200
10000000
10
220
11000000
11
150
7500000
12
141
7050000
    

 Tabel 3. Pendapatan Lab. Klinik inap rumah sakit X tahun 2010

         Gambar 1.4 Grafik pendapatan lab Klinik RS X.
Berdasarkan grafik pertumbuhan pendapatan Lab. Klinik Rumah Sakit X diatas, dengan melihat bahwa pada bulan 10 berada pada posisi star disebabkan oleh bebarapa faktor sebagai berikut:
a.    Pemeriksaan pendukung untuk diagnosa dokter
b.    Untuk mengetahui kondisi kesehatan (Check up)
b.   Analisis Boston Matriks
Tabel 4. Data Pendapatan Masing-masing RS X Tahun 2010
Jenis Pelayanan
Total Pendapatan
Rawat Inap
900.500.000
Rawat Jalan
3.686.850.000
Lab. Klinik
102.550.000
         Tabel 4. Pendapatan Masing-masing RS X Tahun 2010
Grafik Boston matrisks hubungan antara pendapatan pelayanan di RS X tahun 2010

Gambar 1.5   Grafik  hubungan  antara  pendapatan  pelayanan  di  RS  X
  tahun 2010
Berdasarkan grafik pertumbuhan pendapatan Rumah Sakit X tahun 2010 maka didapatkan Boston Matriksnya sebagai berikut :
b.    Posisi star pada pelayanan rawat jalan karena market Growth dan Market Share sama-sama tinggi.
c.    Posisi Cash cows pada pelayanan rawat inap karena Market Growth rendah sedangkan Market Share tinggi.
d.   Posisi Problem Child pada pelayanan Lab. Klinik karena Market Growth tinggi sedangkan Market Share rendah.
c.    Analisis PLC
Tabel 5. Jumlah pendapatan RS X tiap bulannya pada tahun 2010
Bulan
Total Pendapatan
1
346400000
2
373000000
3
387950000
4
394250000
5
390950000
6
388250000
7
407650000
8
403400000
9
439250000
10
431000000
11
372500000
12
355300000
 Grafik PLC hubungan antara pendapatan pelayanan di RS X tahun 2010

Gambar 1.6 Grafik PLC hubungan antara pendapatan pelayanan di RS X tahun 2010
Berdasarkan grafik pertumbuhan pendapatan Rumah Sakit X tiap bulannya pada tahun 2010 maka didapatkan PLC sebagai berikut :
a.    Tahap perkenalan (introduction) pada bulan Januari sampai Februari. Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi.
b.    Tahap pertumbuhan (growth) pada bula 8. Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.
c.     Tahap kedewasaan (maturity) pada bulan 9. Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap.
d.    Tahap Kejenuhan pada bulan 10. Dalam tahap ini perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang.
e.    Tahap penurunan (decline) pada bulan 11-12. Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno.
BAB III
KESIMPULAN
1.    Pelayanan Rawat Jalan RS X terletak pada level Star karena Market Growth dan Market Share sama-sama tinggi
2.    Pelayanan Rawat Inap RS X terletak pada level Cash cows karena Market Growth rendah sedangkan Market Share tinggi.
3.    Pelayanan Lab. Klinik terletak pada level Problem Children (Question Mark) karena Market Growth tinggi sedangkan Market Share rendah.
4.    Berdasarkan analisis PLC pendapatan RS X tahun 2010 mengalami pertumbuhan diawal tahunnya dan decline pada akhir tahun 2010 sehingga siklus hidup pertumbuhan pendapatan berkisar satu tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar